<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bolosego Archives - BisnisNote</title>
	<atom:link href="https://bisnisnote.com/tag/bolosego/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Mitra Tumbuh Bisnis dan UMKM Jogja</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2026 07:51:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2023/07/cropped-site-icon-32x32.png</url>
	<title>Bolosego Archives - BisnisNote</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107737838</site>	<item>
		<title>Belajar dari Bolosego, Tantangan Membangun Bisnis Skala UMKM di Jogja</title>
		<link>https://bisnisnote.com/belajar-dari-bolosego-umkm-di-jogja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bogi Kamali Rozaq]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 07:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil & Kabar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Bolosego]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Jogja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnisnote.com/?p=4587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membangun bisnis UMKM tidak hanya membutuhkan produk yang bagus, modal yang cukup, dan kemampuan pemasaran. Di lapangan, pelaku usaha juga harus berhadapan dengan persoalan perizinan, ... </p>
<p class="read-more-container"><a title="Belajar dari Bolosego, Tantangan Membangun Bisnis Skala UMKM di Jogja" class="read-more button" href="https://bisnisnote.com/belajar-dari-bolosego-umkm-di-jogja/#more-4587" aria-label="Read more about Belajar dari Bolosego, Tantangan Membangun Bisnis Skala UMKM di Jogja">Lanjut..</a></p>
<p>The post <a href="https://bisnisnote.com/belajar-dari-bolosego-umkm-di-jogja/">Belajar dari Bolosego, Tantangan Membangun Bisnis Skala UMKM di Jogja</a> appeared first on <a href="https://bisnisnote.com">BisnisNote</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Membangun bisnis UMKM tidak hanya membutuhkan produk yang bagus, modal yang cukup, dan kemampuan pemasaran. Di lapangan, pelaku usaha juga harus berhadapan dengan persoalan perizinan, biaya operasional, lingkungan usaha, hingga berbagai kepentingan yang ada di sekitar lokasi bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut kembali menjadi perhatian setelah kisah Bolosego, usaha kuliner asal Yogyakarta, viral di media sosial pada September 2026.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa, mengungkap pengalaman ketika membawa food truck miliknya untuk berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta. Padahal, menurut keterangannya, Bolosego telah memperoleh izin untuk berjualan di kawasan tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sebelum dan ketika mulai beroperasi, muncul sejumlah permintaan biaya atau <a href="https://jogjapolitan.harianjogja.com/r-1271821/kronologi-dugaan-pungli-food-truck-alkid-jogja-tukang-parkir-sempat-minta-rp125-juta?utm_source=chatgpt.com">dugaan pungutan liar</a> yang menurut Dyah tidak termasuk dalam proses perizinan resmi. Salah satunya adalah permintaan biaya parkir yang pada awalnya disebut mencapai Rp2,5 juta per hari. Setelah negosiasi, nominal tersebut menjadi Rp1 juta per hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain persoalan parkir, Dyah juga mengungkap adanya permintaan menyediakan makanan untuk sejumlah orang. Bolosego juga harus mengeluarkan biaya tambahan karena tidak dapat menggunakan listrik di lokasi dan kemudian menggunakan genset.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="718" height="445" src="https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/foodtruck-sumber-catawarta.jpeg" alt="" class="wp-image-4589" srcset="https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/foodtruck-sumber-catawarta.jpeg 718w, https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/foodtruck-sumber-catawarta-300x186.jpeg 300w" sizes="(max-width: 718px) 100vw, 718px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foodtruck Bolosego. Sumber Catawarta.com</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Jika dihitung, biaya tambahan yang harus disiapkan sejak awal mencapai jutaan rupiah. Kondisi tersebut membuat rencana berjualan selama lima hari, 16–20 September 2026, akhirnya dihentikan setelah baru berjalan satu hari. (Harianjogja.com)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini kemudian berkembang menjadi perhatian publik karena menunjukkan salah satu persoalan yang mungkin dihadapi pelaku UMKM ketika mencoba memperluas usaha di lokasi baru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sejarah Bolosego</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bolosego bukanlah bisnis yang muncul secara tiba-tiba. Usaha kuliner ini mulai dirintis pada 2020, ketika pandemi COVID-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan mengalami tekanan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dyah Laily Fardisa, pemilik Bolosego, sebelumnya memiliki pengalaman di industri kreatif. Setelah meninggalkan pekerjaannya, ia kemudian <a href="https://bisnisnote.com/mengapa-membuka-bisnis-makanan/">membangun bisnis kuliner</a> tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://jogja.akurat.co/ekonomi/892376/berawal-dari-dapur-rumah-ini-cerita-inspiratif-bolosego?utm_source=chatgpt.com">Awal mula Bolosego</a> berasal dari dapur rumahan dengan tim kecil. Salah satu latar belakang lahirnya bisnis ini juga berkaitan dengan keinginan untuk menghidupkan kembali usaha kuliner yang terdampak pandemi. Dari skala kecil tersebut, Bolosego kemudian berkembang dan dikenal melalui menu-menu bercita rasa pedas yang menjadi ciri khasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan UMKM sering kali tidak langsung berbentuk bisnis dengan banyak cabang dan sistem yang kompleks. Banyak usaha justru dimulai dari keterbatasan: dapur rumah, tenaga kerja sedikit, modal terbatas, dan mengandalkan kemampuan pemilik untuk menjual produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring pertumbuhan bisnis, Bolosego kemudian mengembangkan konsep <a href="https://bisnisnote.com/bisnis-food-truck/">bisnis food truck</a>. Bagi bisnis kuliner, food truck dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan produk kepada konsumen sekaligus menguji lokasi pasar baru. Namun, ekspansi ke lokasi baru juga membawa tantangan yang berbeda dibandingkan menjalankan restoran atau outlet tetap.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kejadian Viral Bolosego</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Rencana Bolosego membuka food truck di Alkid menjadi titik yang kemudian membawa nama usaha tersebut menjadi perbincangan luas. Menurut keterangan Dyah, Bolosego telah mendapatkan izin dari Keraton Yogyakarta untuk berjualan di kawasan Alkid.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keraton kemudian juga memberikan pernyataan bahwa izin untuk kegiatan food truck tersebut memang diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Keraton menegaskan bahwa pembayaran parkir maupun permintaan lain yang diceritakan melalui media sosial bukan bagian dari proses perizinan atau pungutan yang ditetapkan pihak Keraton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan muncul ketika pihak Bolosego mengaku dimintai biaya oleh pihak yang disebut terkait dengan kelompok parkir. Permintaan awal disebut sebesar Rp12,5 juta untuk lima hari, atau Rp2,5 juta per hari. Setelah negosiasi, jumlah tersebut menjadi Rp5 juta untuk lima hari atau Rp1 juta per hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar itu, Dyah juga menceritakan adanya permintaan konsumsi untuk sekitar 10 orang dengan nilai sekitar Rp1 juta selama lima hari. Ada pula persoalan penggunaan listrik sehingga Bolosego harus mengoperasikan genset sendiri dengan biaya tambahan sekitar Rp150 ribu per hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dyah kemudian menyampaikan pengalamannya melalui media sosial. Unggahan tersebut menjadi viral dan mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Persoalan juga berkembang ketika muncul keterangan mengenai permintaan konsumsi untuk anggota kepolisian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam klasifikasinya, Dyah membenarkan adanya percakapan mengenai permintaan tersebut, tetapi menegaskan bahwa makanan yang diminta tersebut pada akhirnya tidak diberikan. Setelah kasus menjadi viral, <a href="https://www.detik.com/jogja/berita/d-8672291/bos-food-truck-bolosego-diperiksa-polisi-terkait-heboh-pungli-di-alkid-jogja?utm_source=chatgpt.com">pemeriksaan oleh pihak kepolisian</a> dilakukan secara mendalam.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 21 September 2026, Polresta Yogyakarta menyatakan pemeriksaan dilakukan terkait dua hal, yaitu persoalan pungutan parkir dan dugaan permintaan konsumsi yang melibatkan anggota kepolisian. Pada 22 September, Propam Polresta Yogyakarta menyampaikan bahwa satu anggota polisi telah ditetapkan sebagai Terduga Pelanggar dalam penanganan internal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa viral di media sosial dapat membuat persoalan yang awalnya dialami satu pelaku UMKM berubah menjadi isu publik dalam waktu sangat singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, persoalan tidak berhenti pada lokasi usaha. Pada 20 September, Dyah mengungkap bahwa sejumlah outlet Bolosego mendapat gelombang ulasan bintang satu di Google dalam waktu yang berdekatan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihak Bolosego menduga hal tersebut merupakan <a href="https://intensplus.com/2026/09/20/news/regional/yogyakarta/usai-viral-pungli-alkid-bolosego-kena-serangan-review-bintang-1/?utm_source=chatgpt.com">review bombing</a>. Namun, hingga pemberitaan mengenai hal tersebut muncul, belum ada bukti yang mengkonfirmasi siapa pihak di balik gelombang ulasan tersebut.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/owner-bolosego.-sumber-tribunnewsmaker-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-4590" srcset="https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/owner-bolosego.-sumber-tribunnewsmaker-1024x576.webp 1024w, https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/owner-bolosego.-sumber-tribunnewsmaker-300x169.webp 300w, https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/owner-bolosego.-sumber-tribunnewsmaker-768x432.webp 768w, https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/owner-bolosego.-sumber-tribunnewsmaker.webp 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mbak Dyah, owner Bolosego. Sumber Tribunnewsmaker</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, sejumlah warganet memberikan dukungan dengan memberikan ulasan positif dan bintang lima kepada outlet Bolosego. Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana reputasi bisnis UMKM pada era digital dapat dipengaruhi oleh percakapan di media sosial, baik secara positif maupun negatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan UMKM di Jogja</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Bolosego memberikan gambaran bahwa tantangan membangun UMKM tidak berhenti pada bagaimana mendapatkan pelanggan, tetapi pada beberapa hal berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Memahami Ekosistem Lokasi Usaha</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika sebuah bisnis ingin membuka outlet, booth, atau food truck di tempat baru, pemilik harus memahami siapa yang berwenang memberikan izin, siapa yang mengelola lokasi, bagaimana aturan parkir, penggunaan fasilitas, hingga biaya apa saja yang resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Izin formal menjadi sangat penting. Namun, kasus Bolosego juga memperlihatkan pentingnya memastikan bahwa seluruh biaya yang muncul di lapangan memiliki dasar dan pihak yang jelas.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Menghitung Biaya Ekspansi Secara Realistis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi UMKM, tambahan biaya Rp1 juta per hari bukan angka kecil. Jika sebuah food truck berjualan selama 30 hari, misalnya, biaya tambahan tersebut secara teoritis bisa mencapai Rp30 juta. Padahal bisnis masih harus membayar bahan baku, karyawan, transportasi, listrik, bahan bakar, promosi, sewa, dan biaya lainnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, sebelum membuka lokasi baru, pengusaha perlu menghitung bukan hanya potensi omset, tetapi juga seluruh biaya yang mungkin muncul.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Memiliki Dokumentasi dan Komunikasi yang Rapi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap izin, kesepakatan harga, pembayaran, komunikasi dengan pengelola lokasi, dan bentuk pungutan sebaiknya disimpan. Bukti tertulis dapat membantu ketika terjadi perbedaan pemahaman antara pelaku usaha dengan pihak lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Mengelola Reputasi Digital</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Di era Google Review dan media sosial, persoalan offline dapat dengan cepat berubah menjadi persoalan online. Satu kejadian dapat mempengaruhi persepsi calon pelanggan terhadap sebuah bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, UMKM perlu membangun aset digital sejak awal: website, Google Business Profile, media sosial, database pelanggan, serta reputasi yang dibangun melalui pelayanan nyata.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="822" height="620" src="https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/gerai.-sumber-idntimes.jpg" alt="" class="wp-image-4588" srcset="https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/gerai.-sumber-idntimes.jpg 822w, https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/gerai.-sumber-idntimes-300x226.jpg 300w, https://bisnisnote.com/wp-content/uploads/2026/09/gerai.-sumber-idntimes-768x579.jpg 768w" sizes="(max-width: 822px) 100vw, 822px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gerai Bolosego. Sumber IDN Times</figcaption></figure>
</div>


<h3 class="wp-block-heading">5. Memahami Kapan Harus Bertahan dan Kapan Harus Menghentikan Keputusan Bisnis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Bolosego menghentikan operasional food truck di Alkid setelah satu hari menunjukkan bahwa ekspansi tidak selalu harus dipaksakan hanya karena lokasi tersebut dianggap strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi UMKM, keberanian mengambil peluang memang penting. Tetapi sama pentingnya adalah kemampuan menghitung risiko, memahami aturan, mendokumentasikan persoalan, dan mengambil keputusan ketika biaya atau risiko sudah tidak sebanding dengan manfaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah Bolosego pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah food truck yang gagal beroperasi selama lima hari. Ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan UMKM dari dapur kecil menuju bisnis yang lebih besar membutuhkan lebih dari sekadar produk yang laku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengusaha harus siap menghadapi ekosistem bisnis yang kompleks, termasuk perizinan, lingkungan sekitar, biaya tak terduga, reputasi digital, dan berbagai kepentingan di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi pelaku UMKM di Jogja maupun daerah lain, pelajaran pentingnya adalah sebelum melakukan ekspansi, kenali lokasi, pastikan legalitas, hitung semua biaya, dokumentasikan setiap transaksi, dan siapkan strategi menghadapi risiko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena dalam membangun bisnis, tantangan terbesar terkadang bukan bagaimana mendapatkan pelanggan, tetapi bagaimana memastikan bisnis dapat tumbuh dalam ekosistem yang sehat, aman, dan berkelanjutan.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img alt='Bogi Kamali Rozaq' src='https://secure.gravatar.com/avatar/7156d1eb077ce9736c0cd971c8dcf40125fbd2f3d889a224b058dd26f8c4413a?s=100&#038;d=mm&#038;r=g' srcset='https://secure.gravatar.com/avatar/7156d1eb077ce9736c0cd971c8dcf40125fbd2f3d889a224b058dd26f8c4413a?s=200&#038;d=mm&#038;r=g 2x' class='avatar avatar-100 photo' height='100' width='100' itemprop="image"/></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://bisnisnote.com/author/bogiekr/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Bogi Kamali Rozaq</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Masih selalu belajar, membaca dan menulis | SEO Manager di Zeka Digital | CEO Decord Indonesia | Co Founder GenPreneur</p>
</div></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Linkedin" target="_blank" href="https://www.linkedin.com/in/bogiekr/" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-linkedin" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewbox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M100.3 480H7.4V180.9h92.9V480zM53.8 140.1C24.1 140.1 0 115.5 0 85.8 0 56.1 24.1 32 53.8 32c29.7 0 53.8 24.1 53.8 53.8 0 29.7-24.1 54.3-53.8 54.3zM448 480h-92.7V334.4c0-34.7-.7-79.2-48.3-79.2-48.3 0-55.7 37.7-55.7 76.7V480h-92.8V180.9h89.1v40.8h1.3c12.4-23.5 42.7-48.3 87.9-48.3 94 0 111.3 61.9 111.3 142.3V480z"></path></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="https://www.instagram.com/bogiekr/" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewbox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Telegram" target="_blank" href="https://t.me/@bogiekr" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-telegram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewbox="0 0 512 512"><path fill="currentColor" d="M 471.230469 156.445312 C 483.554688 185.835938 490.191406 216.179688 490.191406 248.414062 C 490.191406 280.652344 483.554688 310.992188 471.230469 340.386719 C 458.902344 369.777344 441.835938 394.429688 420.976562 416.238281 C 400.117188 437.097656 374.519531 454.164062 345.125 466.488281 C 315.734375 478.816406 285.394531 485.453125 253.15625 485.453125 C 220.917969 485.453125 190.578125 478.816406 161.183594 466.488281 C 131.792969 454.164062 107.140625 437.097656 85.332031 416.238281 C 64.472656 395.378906 47.40625 369.777344 35.082031 340.386719 C 22.753906 310.992188 16.117188 280.652344 16.117188 248.414062 C 16.117188 216.179688 22.753906 185.835938 35.082031 156.445312 C 47.40625 127.050781 64.472656 102.398438 85.332031 80.59375 C 106.191406 59.734375 131.792969 42.667969 161.183594 30.339844 C 190.578125 18.015625 220.917969 11.378906 253.15625 11.378906 C 285.394531 11.378906 315.734375 18.015625 345.125 30.339844 C 374.519531 42.667969 399.171875 59.734375 420.976562 80.59375 C 441.835938 102.398438 457.957031 128 471.230469 156.445312 Z M 329.957031 357.453125 L 368.828125 174.460938 C 370.726562 166.875 369.777344 161.183594 365.984375 157.394531 C 362.191406 153.601562 358.398438 153.601562 352.710938 155.496094 L 124.207031 243.675781 C 119.464844 245.570312 115.675781 247.464844 113.777344 250.3125 C 111.882812 253.15625 111.882812 255.050781 112.828125 256.949219 C 113.777344 258.84375 116.621094 260.742188 121.363281 261.6875 L 180.148438 279.703125 L 315.734375 194.371094 C 319.527344 191.527344 322.371094 191.527344 324.265625 192.472656 C 325.214844 193.421875 325.214844 194.371094 323.320312 196.265625 L 213.332031 296.769531 L 208.59375 357.453125 C 212.386719 357.453125 216.179688 355.554688 220.917969 351.761719 L 249.363281 324.265625 L 308.148438 367.882812 C 320.472656 374.519531 327.109375 370.726562 329.957031 357.453125 Z M 329.957031 357.453125 " /></svg></span></a><a title="Tiktok" target="_blank" href="http://@bogiekr" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-tiktok" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewbox="0 0 512 512">
                <path d="M412.19,118.66a109.27,109.27,0,0,1-9.45-5.5,132.87,132.87,0,0,1-24.27-20.62c-18.1-20.71-24.86-41.72-27.35-56.43h.1C349.14,23.9,350,16,350.13,16H267.69V334.78c0,4.28,0,8.51-.18,12.69,0,.52-.05,1-.08,1.56,0,.23,0,.47-.05.71,0,.06,0,.12,0,.18a70,70,0,0,1-35.22,55.56,68.8,68.8,0,0,1-34.11,9c-38.41,0-69.54-31.32-69.54-70s31.13-70,69.54-70a68.9,68.9,0,0,1,21.41,3.39l.1-83.94a153.14,153.14,0,0,0-118,34.52,161.79,161.79,0,0,0-35.3,43.53c-3.48,6-16.61,30.11-18.2,69.24-1,22.21,5.67,45.22,8.85,54.73v.2c2,5.6,9.75,24.71,22.38,40.82A167.53,167.53,0,0,0,115,470.66v-.2l.2.2C155.11,497.78,199.36,496,199.36,496c7.66-.31,33.32,0,62.46-13.81,32.32-15.31,50.72-38.12,50.72-38.12a158.46,158.46,0,0,0,27.64-45.93c7.46-19.61,9.95-43.13,9.95-52.53V176.49c1,.6,14.32,9.41,14.32,9.41s19.19,12.3,49.13,20.31c21.48,5.7,50.42,6.9,50.42,6.9V131.27C453.86,132.37,433.27,129.17,412.19,118.66Z" /></svg></span></a><a title="User email" target="_self" href="mailto:bogibekerja@gmail.com" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-user_email" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewbox="0 0 512 512"><path fill="currentColor" d="M502.3 190.8c3.9-3.1 9.7-.2 9.7 4.7V400c0 26.5-21.5 48-48 48H48c-26.5 0-48-21.5-48-48V195.6c0-5 5.7-7.8 9.7-4.7 22.4 17.4 52.1 39.5 154.1 113.6 21.1 15.4 56.7 47.8 92.2 47.6 35.7.3 72-32.8 92.3-47.6 102-74.1 131.6-96.3 154-113.7zM256 320c23.2.4 56.6-29.2 73.4-41.4 132.7-96.3 142.8-104.7 173.4-128.7 5.8-4.5 9.2-11.5 9.2-18.9v-19c0-26.5-21.5-48-48-48H48C21.5 64 0 85.5 0 112v19c0 7.4 3.4 14.3 9.2 18.9 30.6 23.9 40.7 32.4 173.4 128.7 16.8 12.2 50.2 41.8 73.4 41.4z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://bisnisnote.com/belajar-dari-bolosego-umkm-di-jogja/">Belajar dari Bolosego, Tantangan Membangun Bisnis Skala UMKM di Jogja</a> appeared first on <a href="https://bisnisnote.com">BisnisNote</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4587</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
